Rabu, 30 Desember 2009

Innalilahi wa inna ilaihi rojiun, semoga dosa-dosa beliau diampuni dan amal ibadah beliau diterima serta diberi tempat yang layak di sisi Nya...amin.
Selamat jalan Bapak Bangsa.....selamat jalan Gus Dur!

Dear All,

FAREWELL 2009....Continuing count down to say hello and WELCOME 2010
Wishing you a New Year Filled with new hope, new joy and new beginnings....Happy New Year 2010 !!!!!!!


Best Regards,
Aan


Selasa, 20 Oktober 2009

Belajar HDR (High Dynamic Range)......menarik!

Dear All,

Iseng-iseng mempelajari HDR diwaktu senggang dan ini lah hasilnya:


Selasa, 04 Agustus 2009

KEPRIBADIAN ANDA DI FACEBOOK

Di Copy Paste dari milist sebelah........sana!


KEPRIBADIAN ANDA DI FACEBOOK


1. Manusia Super Update

Kapanpun dan dimanapun update status. Status nya ga panjang2 amat..tapi

terlihat bikin risih, karena hal2 yang ga terlalu penting juga dia publikasikan

contoh : "Lagi makan di restoran A..", "Dalam perjalanan menuju

neraka..", "Saatnya baca koran..", dsb..


2. Manusia Melankolis

Biasanya dia curhat di status. Entah karena ingin banyak diberi komentar

dari teman2nya atau hanya sekedar menuangkan unek2nya ke facebook, tapi

biasanya orang tipe ini menceritakan kisahnya dan terkadang menanyakan

solusi yg terbaik kepada yang laen..

contoh : "Kamu sakitin aku..lebih baik aku cari yang lain..", "Cuma kamu

yang terbaik buat aku..terima kasih km sudah sayang ama aku selama ini..",

dsb..


3. Manusia Tukang Ngeluh

Ga pagi, ga siang, ga malem, ga dikasih ujan, ga dikasih panas, ga

dikasih uang, ga dikasih makan, pokonya semuanya dia keluhkan..

contoh : " Jakarta maceeet..!! Panas pula..", "Aaaargh ujan, padahal baru

nyuci mobil..sialan. .!!", "Males ngapa2in.. cape hati gara2 si do' i..",

dsb..


4. Manusia Sombong

Mungkin beberapa dari mereka ga berniat menyombongkan diri, tapi

terkadang orang yang melihatnya, yang notabene tidak bisa seberuntung

dia, merasa kalo statusnya itu kelewat sombong, dan malah bikin sebel..

contoh : "Otw ke
Paris ..!!", "BMW ku sayang,
saatnya kamu mandi..aku mandiin ya sayang..", dsb..


5. Manusia Puitis

Dari judulnya udah jelas. Status nya selalu diisi dengan kata2 mutiara,

tapi ga jelas apa maksudnya. Bikin kita terharu? Bikin kita sadar atas

pesan tersembunyi nya? atau cuma sekedar memancing komentar? Sampai

saat ini, tipe orang seperti ini masih dipertanyakan. .

contoh : "Kita masing-masing adalah malaikat bersayap satu. Dan hanya
bisa terbang bila saling berpelukan", "Mencintai dan dicintai adalah
seperti merasakan sinar matahari dari kedua sisi",

"Jika kau hidup sampai seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun

kurang sehari, agar aku tidak pernah hidup tanpamu", dsb..


6. Manusia in English

Tipe manusianya bisa seperti apa saja, apakah melankolis, puitis,

sombong dan sebagainya. Tapi dia berusaha lebih keren dengan

mengatakannya dalam bahasa Inggwis Gicyu Low..

contoh : "Tie and Chair..", "I can tooth, you Pink sun.." dsb..


7. alay...

updatenya gaul2... dan bahasa dewa.. ejaan yang dialaykan..

contoh.." met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah... xixiixi" <<>


8. obsesi...

ngarep... tp ga kesampaian.. pengen jd artis ga dapat2.. dll..

contoh : :duwh... sesi pemotretan lagi! cape...


9. Manusia Sok tau..

sotoy tenarnya..

contoh : pemerintah selalu memanjakan rakyatnya.. bla..bla...bla.

.. pdahal ga taw apa yang ditulis..


10. bioskop mania..

update film yang abis ditonton dan kasih comment..

contoh : "ICE AGE 3..REcomended! !", "Transformers 2 mantab euy.."


11. Manusia pedagang:

contoh: "jual sepatu bla bla bla"


12. Manusia penyuluh masyarakat:

contoh: "jangan lupa dateng ke TPS, 5 menit utk 5 tahun bla..bla"


13. Manusia Alay..

Ada berbagai macam versi, dari tulisannya yang aneh, atau tulisannya

biasa aja, hanya saja kosakata nya ga lazim..bahasa alien kalii..ato

mungkin ada yg fusion..


Contoh:

Alay 1 : "DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!!"


Alay 2 : "km mugh kog gag pernach ngabwarin aq lagee

seech? kmuw maseeh saiangs sama aq gag seech sebenernywa? "


Alay 3 : "Ouh mY 9oD..!! kYknY4w c gW k3ReNz 48ee5h

d3ch..!!"

(Khusus buat tipe ini, ga usah di baca juga gpp..saya pribadi juga mikir

dulu buat nulis ini, walaupun jadinya kurang mirip sama yg aslinya..)


14. Tipe Hidden Message (1 lagi yg kepikiran ama saya)

Tipe ini biasanya ga to the point, tapi tentunya punya niat biar orang

yg dituju membaca nya..bagus2 kalo baca..kalo ngga? kelamaan nunggu,

padahal langsung aja sms ya..

contoh : "For you my M***, I can' t live without you..you are my bla bla bla..",
"Heh, cewe bajingan..ngapain lo deket2in co gw?! kyk ga laku aja lo.."

<<< (padahal ce tersebut ga jadi friend nya..mana bisa baca...:p)


15. Tipe Misterius

Tipe yang biasanya bikin banyak orang bertanya tanya atas apa maksud

dari status orang tersebut..Biasanya dalam suatu kalimat membutuhkan

Subjek + Predikat + Objek + Keterangan.. Tapi orang tipe ini mungkin

hanya mengambil beberapa atau malah hanya 1 saja..Dan pastinya

mengundang kontroversi. .

contoh : "Sudahlah.." , "Telah berakhir.." <<< (apanya??),
"Termenung.. ."<<<(bodo amat!)

16. "tipe linglung", ciri2nya, bikin update status terus, tapi bikin likes sendiri ataupun komentar sendiri, karena gak jelas jjuga dia mo bilang apa;

17. "tipe selebritis", ciri2nya, selalu beritahu, "aku di TV anu malam ini jam sekian"; atau otw to radio anu".

18. "tipe saleh or alim", ciri2nya, "aku off dulu ya mo sholat"

Minggu, 02 Agustus 2009

Cara memberi komentar atau posting "New Post"

Dear Temans,
Untuk memudahkan memberi komentar atau mem-posting artikel/berita, Anda bisa menggunakan cara berikut (untuk yang tidak mempunyai email address gmail):

1. Login (Masuk) dengan account:
eternalalumni@gmail.com
2. Isi password (Sandi) :
$eternalalumni
3. Klik "Komentar" bila Anda ingin memberi komentar, atau klik New Post untuk memposting artikel/berita baru lainnya.
4. Selamat mencoba..

Atau cara seperti ini (untuk yang sudah punya address gmail):
1. And harus sudah mempunyai email address gmail, misalnya "anda@gmail.com"
2. Login dengan "anda@gmail.com"
3. Isi password .....
4. Klik "Komentar" bila Anda ingin memberi komentar, atau klik New Post untuk memposting artikel/berita baru lainnya.
5. Selamat mencoba..

Jumat, 31 Juli 2009

Reuni ex. Eternal I, Eastern Karawaci 30 Juli 2009



Ini kali pertama kita coba berkumpul kembali dalam suasana yang lebih ceria. Walaupun tidak semua teman-teman yang diundang datang. Kesibukan rutinitas sehari-hari yang tidak dapat ditinggalkan nampaknya menghalangi niat untuk berkumpul. Tapi paling tidak ini adalah insial pertama untuk pertemuan berikutnya....hopefully.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah yang kita bisa kita lakukan kemudian sehingga pertemuan ini menjadi lebih berarti bagi kita semua? Tidak hanya sekedar menjadi ajang kumpul-kumpul, kangen-kangenan dan benostalgia.......any ideas?


Senin, 20 Juli 2009


Dear Friends,

Beberapa waktu yang lalu, pada sebuah  "group millis", saya dan beberapa teman terlibat perbincangan hangat mengenai manfaat dan  kerugian merokok, baik untuk diri kita sendiri dan lingkungan sekitar kita.  Ada yang menarik dari diskusi tersebut, saat salah satu teman saya mengajak kita untuk berpikir "diluar kotak yang biasa", thinking out of box! Hanya saja saya agak ragu dengan pemikirian tsb. Jangan-jangan saat kita sudah berfikir bahwa kita sudah berpikir "diluar kotak", ternyata kita malah masuk "kedalam kotak" yang lain, jadi sepertinya diluar "kotak tsb", ada "kotak lain", dan diluranya ada kotak lagi yang terus berlapis-lapis.....paradoks kah ini???

Berikut artikel bagus (juga kiriman dari teman, red), mengenai  "thinking out of box"....selamat membaca:

Rgds
Aan

Talk about Thinking out of the box...

If your company, Comb manufacturers assigned you to sell the
comb to the monks in the temples? Can you do it?

What is your answer?
a) No way... Impossible
b) Crazy
c) I will give it a try in order to follow my boss instruction
d) Well, I will try.
e) Ya, I think I can sell ??? (5pcs? 10pcs? 50pcs? or more...you name it)
Pick an answer above and read below to find out if you are/you are going
to be a successful person or not at all .

The Story: SELLING COMB TO THE MONKS

There was one company "manufacturing combs" which intends to expand
its business and so the management wanted to employ a new Sales Manager.

The company ADVERTISED the vacancy in the newspaper . They are so many
peoples turned up for the interview everyday....accumulated to almost a
hundred peoples in just few days...

The Company now having the problem to choose the right candidate for this
position . So, The Company interviewer had set A Difficult Task to whom who
want to come for final interview.

The Task Is To : Selling Comb To Monks In Temples
Only 3 Applicants willing to stay on for this Final Interview challenge. (Mr A ,
Mr B , Mr C)
The Chief Interviewer instructed: "Now I want three of you here to sell these
wooden combs to the monks in the temples. You only have 10 days to do it
and report to me after that ."

After 10 days, they reported .
The Chief Interviewer asked Mr A: How many have you sold?
Mr A Answered: Only One.
The Chief Interviewer Asked: How did you manage to sell?
Mr A Answered: The monks in the temples scolded me when I show them the
comb . But on my way back to downhill I met a young monk who bought it to
scratch his head due to dandruff".

The Chief Interviewer then asked Mr B: How many did you sell?
Mr B replied: 10 pieces. I went to a shrine and noticed many devotees's hair
was in bad shape due to strong wind outside the shrine. The monk in there
listened to my advice and bought 10 combs for their devotees in showing
respect to the Buddha statue.

Then, The Chief Interviewer asked Mr C: How about you?
Mr C replied: 1,000 units.
The Chief Interviewer and the other 2 interviews were astounded.
He asked: How you did that?
Mr C replied: I went to a famous temple. After observing for few days I
discovered that there were many tourists. I then told the Chief Abbot there.
"Sifu, those who come here are much devoted. If you could give them a gift,
it will be more elating to them. I told him that I have a bulk of combs here
and ask him to raft his handwriting on the combs as a present to those visit
here.  He was very delighted and straight away ordered 1,000 pieces."

The End of Story.

MORAL OF THE STORY
HARVARD UNIVERSITY had done a research that says :-
1) 85% of success is due to attitude  and 15% is capability
2) Attitude is more important than intelligence, specials skills and luck .
In another word , professional knowledge only constitutes for 15% of success
of a person and 85% is due to self-cultivation, public relation and adaptability
ability .
Still remember the story of Selling Shoes to African ? When 2 Salesmen were
sent to that continent, one of them reported: Can not do it. No one wears shoes
there?  The second salesman said: It is good to market . A lot of opportunity .

Success and Failure is dependant on how we face problems.



Rabu, 15 Juli 2009

Buat yang merokok...renungkanlah!!!

TUHAN SEMBILAN CENTI
Oleh
Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
 
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang
yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah…ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntutan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabaranya kuda andong minta diajari pula merokok,
 
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi
perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung tegal pengunjung merokok,
di restoran, di took buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
 
 
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur ketika melayani para
suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,
  
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang
bergumul saling
menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
 
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok
di kantor atau di
stopan bus, kita ketularan penyakitnya.
 
Nikotin lebih
jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,
 
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan
nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali
pun
asap tembakau itu, bisa ketularan kena,
 
Di puskesmas pedesaan orang kampong merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
Di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
Di ruang tunggu dokter pasien merokok,
Dan ada juga
Dokter-dokter merokok,
 
Istirahat main tenis orang merokok,
Di pinggir lapangan voli orang merokok,
Menyandang raket badminton orang merokok,
Pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
Panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis,
Turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor
Perusahaan rokok,
 
Di kamar kecil 12 meter kubik,
Sambil ‘ek-‘ek orang goblok merokok,
Di dalam lift gedung 15 tingkat
Dengan tak acuh orang goblok merokok,
Di ruang siding be-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi,
Orang-orang goblok merokok,
 
Indonesia adalah semacam
Firdaus-jannatun- na’im sangat ramah bagi orang perokok, tapi
Tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
 rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
Diam-diam menguasai kita,
 
Di sebuah
Ruang sidang be-AC penuh, duduk sejumlah ulama
Terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
 
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab
Ilmu falak, tapi ahli hisap rokok.
 
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
Terselip berhala-berhala kecil,
Sembilan senti panjangnya, putih warnanya,
Kemana-mana dibawa dengan setia,
Satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
Tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan,
Cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
 
Inikah gerangan pertanda yang banyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
 
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruang AC penuh itu.
Mammu’ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tidak tahan, di luar itu sajalah merokok.
 
Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir
Diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
 
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaath.
mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rosulullah dahulu,
sudah ada alcohol, sudah ada babi, tapi
belum ada rokkok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
 
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas
Hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar
Perbandingan ini.
 
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil
yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka.
 
Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir.
 
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan
ada yang mulai terbatuk-batuk,
 
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
Sajak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati
karena penyakit rokok.
 
korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang koran 
kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba.

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil
itu sangat beerkuasa di Negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
 
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
Tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada
tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk
dan fana dalam
nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
 
rabbana, beri kami
kekuatan menghadapi berhala-berhala ini
Dengan segala hormat, tidak bermaksud menyinggung siapapun dengan puisi ini. kalaupun iya, yang disinggung adalah perilaku dan bukan orangnya.

Semoga segera nyadar... hal itu lebih banyak mudharatnya daripada syafaatnya.

Senin, 26 Januari 2009















Dear All,

Berikut foto-foto perpisahan sdr Yohan S, Agnes PD dan Freddy tanggal 21 January 2009 di Eastern.
Bila ada yang berminat terhadap foto-fot tsb silahkan hubungi ayuniansyah@gamail.com, I'll send you through email.


Rgds,

Aan

Minggu, 04 Januari 2009

1 ons bukan 100 gram ?


Memang artikel ini sudah lama, tapi apa salahnya ditampilkan kembali untuk sekedar mengingatkan.
Sumber: http://muhammadhaerul.multiply.com/journal/item/21/1_ONS_bukan_100_GRAM


"Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram!!!"


PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG

Seorang TKI yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons)= 100 gram, sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah.
Sebelum PHK dijatuhkan, sang karyawan diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn cara menunjukkan acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 gram.
Usaha maksimum yang dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10 kilogram.
Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

SALAH KAPRAH YANG TURUN-TEMURUN

Ternyata, pihak Direktorat Meteorologi-pun telah lama melarang pemakaian satuan ons untuk ekivalen 100 gram. Mereka justru mengharuskan pemakaian satuan yang termasuk dalam Sistem Internasional (metrik) yang diberlakukan resmi di Indonesia.
Untuk ukuran berat, satuannya adalah gram dan kelipatannya. Satuan Ons bukanlah bagian dari sistem metrik ini dan untuk menghilangkan kebiasaan memakai satuan ons ini, Direktorat Metrologi sejak lama telah memusnahkan semua anak timbangan (bandul atau timbal) yang bertulisan "ons" dan "pound".
Lepas dari adanya kebiasaan kita mengatakan 1 onfiltered = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, ternyata tidak pernah ada acuan sistem takar-timbang legal atau pengakuan internasional atas satuan ons yang nilainya setara dengan 100 gram.
Dan dalam sistem timbangan legal yang diakui dunia internasional, tidak pernah dikenal adanya satuan ONS khusus Indonesia.
Jadi, hal ini adalah suatu kesalahan yang diwariskan turun-temurun. Sampai kapan mau dipertahankan ?

BAGAIMANA KESALAHAN DIAJARKAN SECARA RESMI ?

Saya sendiri pernah menerima pengajaran salah ini ketika masih di bangku sekolah dasar. Namun, ketika memasuki dunia kerja nyata, kebiasaan salah yang nyata-nyata diajarkan itu harus dibuang jauh karena akan menyesatkan.
Beberapa sekolah telah ditinjau untuk melihat sejauh mana penyadaran akan penggunaan sistem takar-timbang yang benar dan sah dikemas dalam materi pelajaran secara benar, dan bagaimana para murid (anak-anak kita) menerapkan dalam hidup sehari-hari. Sungguh memprihatinkan.
Semua sekolah mengajarkan bahwa 1 onfiltered = 100 gram dan 1 pound = 500 gram, dan anak-anak kita pun menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari.
"Racun" ini sudah tertanam didalam otak anak kita sejak usia dini. Dari para guru, didapatkan penjelasan bahwa semua buku pegangan yang diwajibkan atau disarankan oleh Departemen Pendidikan Indonesia mengajarkan seperti itu.
Karena itu, tidaklah mungkin bagi para guru untuk melakukan koreksi selama Dep. Pendidikan belum merubah atau memberi-kan petunjuk resmi.

TANGGUNG JAWAB SIAPA ?

Maka, bila terjadi kasus-kasus serupa diatas, Departemen Pendidikan kita jangan lepas tangan. Tunjukkanlah kepada masyarakat kita terutama kepada para guru yang mengajarkan kesalahan ini, salah satu alasannya agar tidak menjadi beban psikologis bagi mereka ;
"acuan sistem timbang legal yang mana yang pernah diakui / diberlakukan secara internasional , yang menyatakan bahwa :1 ons adalah 100 gram, 1 pound adalah 500 gram."?
Kalau Dep. Pendidikan tidak bisa menunjukkan acuannya, mengapa hal ini diajarkan secara resmi di sekolah sampai sekarang ? Pernahkan Dep. Pendidikan menelusuri, dinegara mana saja selain Indonesia berlaku konversi 1 onfiltered = 100 gram dan 1 pound = 500 gram ?
Patut dipertanyakan pula, bagaimana tanggung jawab para penerbit buku pegangan sekolah yang melestarikan kesalahan ini ?


HENTIKAN SEGERA KESALAHAN INI !

Contoh kasus diatas hanyalah satu diantara sekian banyak problema yang merupakan akibat atau korban kesalahan pendidikan. Saya yakin masih banyak kasus-kasus senada yang terjadi, tetapi tidak kita dengar. Salah satu contoh kecil ialah, banyak sekali ibu-ibu yang mempraktekkan resep kue dari buku luar negeri tidak berhasil tanpa diketahui dimana kesalahannya. (hmm gimana nih mbak yeni?)
Karena ini kesalahan pendidikan, masalah ini sebenarnya merupakan masalah nasional pendidikan kita yang mau tidak mau harus segera dihentikan. Departemen Pendidikan tidak perlu malu dan basa-basi diplomatis mengenai hal ini. Mari kita pikirkan dampaknya bagi masa depan anak-anak Indonesia. Berikan teladan kepada bangsa ini untuk tidak malu memperbaiki kesalahan.
Anak-anak kita memiliki HAK untuk mendapatkan pendidikan yang benar sebagai upaya mempersiapkan diri menyongsong masa depannya yang akan penuh dengan tantangan berat.

ACUAN MANA YANG BENAR ?

Banyak sekali literatur, khususnya yang dipakai dalam dunia teknik, dan juga ensiklopedi ternama seperti Britannica, Oxford, dll. Yang menyajikan tabel-tabel konversi yang tidak perlu diragukan lagi.
Selain pada buku literatur, tabel-tabel konversi semacam itu dapat dijumpai dengan mudah di-dalam buku harian/diary/agenda yang biasanya diberikan oleh toko atau produsen suatu produk sebagai sarana promosi.
Salah satu konversi untuk satuan berat yang umum dipakai SAH secara internasional adalah sistem avoirdupois / avdp. (baca : averdupoiz).
1 ounce/ons/onfiltered= 28,35 gram (bukan 100 g.)
1 pound = 453 gram (bukan 500 g.)
1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons)
Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram!!!.

Apakah kesalahan semacam ini bisa di kategorikan sebagai malpraktek ?
Pelajarannya memang begitu, kalau murid tidak mengerti, dihukum !!!
Jadi wajar saja kalau malpraktek sering dijumpai dinegeri ini,
karena pelajaran memang keliru dari sononya